Takwa dan Takut

Suatu ketika sahabat Umar bin Khattab bertanya kepada Ubay bin Ka’ab: “Apakah takwa itu?”. Sahabat Ubay menjawab: “Pernahkah kamu melalui jalan berduri?” Umar menjawab: “Pernah!” Ubay bertanya lagi: “Lalu apa yang kamu lakukan?” Umar menjawab: “Aku berhati-hati, waspada dan penuh keseriusan.” Ubay berkata lagi: “Maka itulah takwa!”

Dalam ajaran Islam, takwa menjadi inti dari ajaran-ajarannya. Bahkan Allah akan menilai manusia dari nilai ketawaannya: “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu sekalian, di hadapan Allah, adalah ketakwaannya” (Al-Hujurat 13). Alquran menyebutkan kata takwa ini sebanyak 258 kali, dan 54 kali dalam bentuk kata perintah ittaqullah(bertaqwalah). Saking pentingnya takwa dalam ajaran Islam, ajakan untuk bertakwa (ittaqullah) adalah bagian dari rukun yang tidak boleh ditinggalkan dalam setiap khutabh Jumat. Artinya, ada peringatan secara publik minimal satu minggu sekali, agar seorang Muslim menjaga ketakwaannya.

Kembali kepada cerita di atas, satu kata yang bisa mewakili takwa adalah ‘takut’, takut terperosok ke dalam perbuatan keji dan mungkar sehingga kita berhati-hati, waspada dan penuh keseriusan menjaga perilaku kita dari perbuatan tercela tersebut.  Karena kita takut, maka kita akan selalu berusaha melakukan kebaikan-kebaikan untuk mengurangi potensi melakukan kesalahan-kesalahan. Konsekuensi dari takut adalah ketaatan dalam bentuk amar ma’ruf nahi munkar (mengajak kepada kebaikan, menolak kejahatan).

Kenapa takwa bisa kita maknai dengan kata ‘takut’? Sebab Allah sendiri berfirman dalam surat Al-‘imran 131: “Dan takutlah kalian dari siksa api neraka, yang disediakan bagi orang-orang kafir.” Dari ayat ini kita bisa mengambil suatu kesimpulan bahwa ketakwaan seseorang bisa dibangun dari munculnya perasaan takut melakukan perbuatan-perbuatan tercela yang akan menjerumuskannya pada api neraka.

Dan, bisa jadi, kata ‘takut’ yang menjadi kosa kata dalam Bahasa Indonesia merupakan serapan dari kata takwa sebagaimana yang disebut dalam Alquran. Takut berbuat dosa, takut berbohong, takut mengkhianati dan takut korupsi. Wallahu’alam bisshawab

08 Juli 2014 13:30:55     http://www.kompasiana.com/chozin/takwa-dan-takut_54f6be1ea333113a098b4604

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like